Ingin mengukur beban mental pekerjaan anda?

Apakah anda sering merasa pusing, cepat lelah dan bahkan sering mengalami stress akibat pekerjaan anda? Atau mungkin anda merasa pekerjaan yang anda lakukan terasa sulit? Benar, mungkin saja beban pekerjaan anda terlalu berat. Secara umum, beban kerja dibagi menjadi dua, yakni beban fisik dan beban mental. Beban fisik tentunya berhubungan dengan pekerjaan fisik seperti angkat beban dan aktivitas yang melibatkan fisik secara umum. Namun tidak banyak orang mengenal betul apa itu beban mental.

Beban mental secara sederhana adalah beban yang memerlukan aktivitas mental. Apa saja aktivitas mental itu? Aktivitas mental itu bermacam-macam. Secara umum (Shingledecker, 1984) membagi menjadi beberapa aktivitas penting, antara lain :
  1. Visual display monitoring
  2. Memory search
  3. Linguistic processing
  4. Mathematical processing
  5. Spatial processing
  6. Grammatical reasoning
  7. Unstable tracking
  8. Interval production


Hal yang terpenting adalah kita dapat memastikan bagaimana beban mental sebagai tuntutan kerja tidak lebih besar dari kapasitas (kemampuan) kita sebagai pekerja (individu). Bagaimana cara mengukur beban mental tersebut? Cara cepatnya adalah dengan menggunakan NASA TLX.


The National Aeronautical and Space Administration Task Load Index (NASA TLX) digunakan untuk mengukur beban mental secara subjektif berdasarkan pada pembobotan dari rata-rata rating melalui 6 jenis skala atau dimensi yaitu mental demand, physical demand, temporal (time) demand, performance, effort dan frustration (Hart & Staveland, 1988).

Setelah anda menghasilkan skor NASA TLX untuk mengukur beban mental pekerjaan anda, dapat anda bandingkan dengan kriteria di bawah ini untuk melihat apakah beban kerja anda tergolong berat atau ringan.

  1. Skor di atas 80, menyatakan bahwa beban mental pekerjaan agak berat
  2. Skor 50-70, menyatakan beban mental pekerjaan sedang (medium)
  3. Skor di bawah 50, menyatakan bahwa beban mental pekerjaan agak ringan


Cukup mudah bukan. Tentunya pengukuran lebih mendetail dan akurat dapat dilakukan dengan analisis yang lebih lanjut. Sekarang anda tak perlu penasaran dengan beban mental pekerjaan anda. Ukur dan buktikan sendiri seberapa berat pekerjaan anda. Salam sukses.


File NASA TLX dapat anda download di sini

Sekilas Biomekanika


Dalam kajian sebelumnya saya menjelaskan secara umum mengenai apa itu ergonomi. Ergonomi dibagi menjadi dua, yakni ergonomi mikro dan ergonomi makro. Dalam lingkup ergonomi mikro terdapat suatu keilmuan yang disebut dengan Biomekanika. Apa itu biomekanika ?

Biomekanika didefinisikan sebagai sebuah keilmuan yang menggunakan hukum-hukum fisika dan mekanika teknik dalam mendiskripsikan gaya dan momen serta efek dari gaya/momen tersebut bagi tubuh manusia. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa biomekanika merupakan ilmu yang menghitung gaya-gaya dan momen dalam tubuh (badan) manusia sehingga manusia tidak mengalami hal-hal negatif yang tidak diinginkan seperti cidera, kelelahan dsb.
Perhitungan yang dilakukan dalam biomekanika tidak hanya dalam tubuh manusia saja, melainkan dapat juga terhadap gaya/momen dari alat/benda yang digunakan manusia saat bekerja beserta dampaknya terhadap pekerja tersebut. Aplikasi biomekanika itu sendiri juga sangat luas. Tidak hanya sekedar ilmu hitung-hitungan saja, bahkan ilmu ini diaplikasikan di dunia olah raga untuk mendapatkan posisi terbaik sehingga gaya yang diberikan dapat maksimum/minimum. Bidang-bidang yang menjadi lahan garapan ilmu biomekanika ini antara lain :
  1. Mekanika
  2. Fisiologi
  3. Pengobatan
  4. Anatomi
  5. Olah raga
  6. Desain industri
  7. Kendaraan dan bidang transportasi
  8. Ortopedi
  9. dst

Sebenarnya apa kegunaan dari penggunaan biomekanika di lapangan? Banyak sekali, secara garis besar mungkin dapat saya jabarkan menjadi beberapa poin, yakni :

  1. Desain sistem kerja yang nyaman dan efisien
  2. Mencegah MD (Musculoskeletal Disorders) – kelainan otot, tulang dan rangka
  3. Meningkatkan performansi organisasi/perusahaan
  4. Mengetahui batasan pekerja dan sistem kerjanya
  5. dll

Konsep dasar biomekanika sebenarnya sederhana saja, yakni menjamin berlakunya formula C > D, yakni kapasitas pekerja haruslah selalu lebih besar dari tuntutan pekerjaan. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi cidera-cidera yang terjadi akibat kerja, terutama di Indonesia, dimana kecelakaan kerja dianggap sebagai hal yang wajar.