Best CV ever !!

This is an actual job application that a 18-year-old boy submitted at an A&W’s restaurant in Florida and they hired him because he was so honest and funny!

NAME: George McDaniel

SEX: Not yet. Still waiting for the right person.

DESIRED POSITION : Vice President. But seriously, whatever’s available. If I was in a position to be picky, I wouldn’t be applying here in the first place. (more…)

Design for safety

Sebelumnya mungkin kita pernah dengar mengenai banyaknya kecelakaan kerja di Indonesia. Kecelakaan kerja memang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Segala faktor dapat berpengaruh terhadap terjadinya suatu kecelakaan kerja. Dalam artikel yang saya buat sebelumnya, ada yang disebut dengan 5E dalam merancang suatu sistem yang baik sehingga dapat meminimasi faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja.

Dalam 5E tersebut, E yang pertama adalah Engineer. Yang dimaksud di sini adalah tahapan perancangan dengan menambahkan unsur faktor keselamatan atau lebih dikenal dengan istilah safety factor. Bagaimana cara membuat suatu desain yang aman? Lantas bagaimana menambahkan faktor keselamatan dalam rancangan yang kita buat? Dalam kesempatan ini akan dibahas mengenai bagaimana menambahkan unsur safety dalam desain.

Tahap pertama yang harus kita ketahui lebih dahulu adalah adanya needs (kebutuhan). Harus ditentukan dulu kebutuhan apa yang memang benar-benar kita perlukan, dan harus jelas untuk apa desain tersebut dibuat. Secara lebih rinci, tahapan-tahapan yang harus dilakukan sesuai urutan adalah sebagai berikut : (more…)

Manajemen K3

Manajemen K3 merupakan hal penting berkaitan dengan melakukan pemeliharaan sistem kerja agar keselamatan, dan kesehatan kerja tetap terjaga. Di Indonesia, faktor keselamatan kerja sangat kurang. Banyak sekali kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia. Seperti yang baru saja terjadi di PT. NTT (Newmont Nusa Tenggara) yang meninggalkan satu korban tewas saat melakukan pekerjaan menambang, dikutip dari Kompas (19/1/10). Bahkan jika dilihat pada tahun 2009 saja pemerintah mencatat data kecelakaan kerja di Indonesia mencapai angka 54.398 kasus (Solopos, 12/1/10) yang memang relatif sangat tinggi (Muhaimin Iskandar, 2010).
Permasalahan K3 memang gampang-gampang sulit. Gampangnya, semua aturan dan rancangan sudah didesain sedemikian rupa untuk meminimasi kecelakaan kerja, bahkan tidak sedikit ahli para pimpinan menggelontorkan banyak biaya untuk permasalahan ini, namun susahnya, kok tetap saja kecelakaan terjadi lagi dan lagi. Kemudian apa yang salah ?

K3 yang disingkat dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (bukan kesehatan dan keselamatan kerja) perlu perancangan yang sangat-sangat baik. Beberapa hal yang perlu direkayasa dalam upaya menciptakan kondisi seminimum mungkin sebagai penyebab kesalahan dan kecelakaan kerja antara lain adalah

  1. Hardware
  2. Software
  3. Peopleware
  4. Methods
  5. Enviroware
  6. Organiware

(more…)

Sekilas Biomekanika


Dalam kajian sebelumnya saya menjelaskan secara umum mengenai apa itu ergonomi. Ergonomi dibagi menjadi dua, yakni ergonomi mikro dan ergonomi makro. Dalam lingkup ergonomi mikro terdapat suatu keilmuan yang disebut dengan Biomekanika. Apa itu biomekanika ?

Biomekanika didefinisikan sebagai sebuah keilmuan yang menggunakan hukum-hukum fisika dan mekanika teknik dalam mendiskripsikan gaya dan momen serta efek dari gaya/momen tersebut bagi tubuh manusia. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa biomekanika merupakan ilmu yang menghitung gaya-gaya dan momen dalam tubuh (badan) manusia sehingga manusia tidak mengalami hal-hal negatif yang tidak diinginkan seperti cidera, kelelahan dsb.
Perhitungan yang dilakukan dalam biomekanika tidak hanya dalam tubuh manusia saja, melainkan dapat juga terhadap gaya/momen dari alat/benda yang digunakan manusia saat bekerja beserta dampaknya terhadap pekerja tersebut. Aplikasi biomekanika itu sendiri juga sangat luas. Tidak hanya sekedar ilmu hitung-hitungan saja, bahkan ilmu ini diaplikasikan di dunia olah raga untuk mendapatkan posisi terbaik sehingga gaya yang diberikan dapat maksimum/minimum. Bidang-bidang yang menjadi lahan garapan ilmu biomekanika ini antara lain :
  1. Mekanika
  2. Fisiologi
  3. Pengobatan
  4. Anatomi
  5. Olah raga
  6. Desain industri
  7. Kendaraan dan bidang transportasi
  8. Ortopedi
  9. dst

Sebenarnya apa kegunaan dari penggunaan biomekanika di lapangan? Banyak sekali, secara garis besar mungkin dapat saya jabarkan menjadi beberapa poin, yakni :

  1. Desain sistem kerja yang nyaman dan efisien
  2. Mencegah MD (Musculoskeletal Disorders) – kelainan otot, tulang dan rangka
  3. Meningkatkan performansi organisasi/perusahaan
  4. Mengetahui batasan pekerja dan sistem kerjanya
  5. dll

Konsep dasar biomekanika sebenarnya sederhana saja, yakni menjamin berlakunya formula C > D, yakni kapasitas pekerja haruslah selalu lebih besar dari tuntutan pekerjaan. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi cidera-cidera yang terjadi akibat kerja, terutama di Indonesia, dimana kecelakaan kerja dianggap sebagai hal yang wajar.

Sekilas Ergonomi

Ergonomi menurut buku Teknik dan Tata Cara Kerja yang ditulis oleh Sutalaksana (guru besar ITB) adalah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenal sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu, dengan efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien.

Berdasarkan dari pengertian di atas maka dapat mulai dibayangkan, mengapa ergonomi itu perlu. Ergonomi tidak hanya sekedar rancangan kursi yang baik atau meja yang ergonomis saja, melainkan jauh lebih luas dari itu, yakni merancang metode, alat dan sistem kerja sesuai dengan manusianya (pekerja) atau dikenal dengan istilah Human Centered Design. Hal yang paling unik dari ergonomi itu sendiri adalah perhatian yang sangat besar yang diberikan untuk manusia. Tepat sekali, manusia memang mahluk sempurna yang diciptakan oleh Tuhan, yang dikaruniai oleh akal dan dengan menggunakan akal itu maka semakin pandai pula kita dalam melihat kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh manusia. Contohnya, apakah anda dapat dapat terus berdiri selama satu hari penuh?, tentu tidak bukan. Apakah anda dapat terus tahan dalam suhu ruangan yang dingin tanpa penghangat yang menutupi tubuh anda? Saya ragu, jika ada yang menjawab “ya”. Apakah bekerja dalam posisi duduk secara terus menerus berisiko? Mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini dengan mengkaji lebih dalam mengenai ergonomi. (more…)