Manajemen K3

Manajemen K3 merupakan hal penting berkaitan dengan melakukan pemeliharaan sistem kerja agar keselamatan, dan kesehatan kerja tetap terjaga. Di Indonesia, faktor keselamatan kerja sangat kurang. Banyak sekali kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia. Seperti yang baru saja terjadi di PT. NTT (Newmont Nusa Tenggara) yang meninggalkan satu korban tewas saat melakukan pekerjaan menambang, dikutip dari Kompas (19/1/10). Bahkan jika dilihat pada tahun 2009 saja pemerintah mencatat data kecelakaan kerja di Indonesia mencapai angka 54.398 kasus (Solopos, 12/1/10) yang memang relatif sangat tinggi (Muhaimin Iskandar, 2010).
Permasalahan K3 memang gampang-gampang sulit. Gampangnya, semua aturan dan rancangan sudah didesain sedemikian rupa untuk meminimasi kecelakaan kerja, bahkan tidak sedikit ahli para pimpinan menggelontorkan banyak biaya untuk permasalahan ini, namun susahnya, kok tetap saja kecelakaan terjadi lagi dan lagi. Kemudian apa yang salah ?

K3 yang disingkat dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (bukan kesehatan dan keselamatan kerja) perlu perancangan yang sangat-sangat baik. Beberapa hal yang perlu direkayasa dalam upaya menciptakan kondisi seminimum mungkin sebagai penyebab kesalahan dan kecelakaan kerja antara lain adalah

  1. Hardware
  2. Software
  3. Peopleware
  4. Methods
  5. Enviroware
  6. Organiware

(more…)

Risiko postur kerja

Banyak orang merasa capai, pegal, sakit pinggang atau bahkan merasakan cidera berat saat selesai dari pekerjaan mereka. Hal itu bisa saja disebabkan karena postur kerja anda yang salah. Kesalahan postur memang tidak dapat berdampak secara langsung, walaupun banyak kasus yang mengalami cidera akut (saat itu juga) akibat postur kerja yang memang berbahaya. Lantas bagaimana kita tahu, apakah postur kerja kita baik atau tidak?


Secara gamblang (kasat mata) kita dapat menilai postur tubuh baik atau tidak dengan menggunakan perasaan (common sense) atau lebih tepatnya feeling. Namun sekarang ada metode yang sangat tepat yang telah dikembangkan oleh para peneliti ahli biomekanika dalam menilai apakah postur pekerjaan kita sudah baik atau tidak. Metode itu adalah dengan penilaian secara cepat dengan menggunakan RULA (Rappid Upper Limb Assessment).

Dengan menggunakan RULA kita dapat tahu apakah postur kerja kita (secara fisik) baik, buruk, atau bahkan berbahaya. Walau demikian, hasil penilaian hanyalah berupa angka dan anjuran, yang artinya jika kita sudah mengetahui bahwa postur kerja buruk, maka langkah selanjutnya adalah terserah anda, apakah memperbaikinya dengan merubah postur atau mungkin menggunakan bantuan orang lain (menambah SDM) untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. (more…)