
February 12, 2010 | Posted by Ecamuti
Beban kerja (workload) didefinisikan sebagai usaha yang dilakukan oleh suatu individu dalam kapasitasnya sesuai dengan beban (demand) yang dibebankan kepada individu tersebut untuk mencapai tingkat performansi tertentu (Hart dan Staveland, 1988 dalam DiDomenico dan Nussbaum, 2007).
Beban kerja mental (mental workload) didefinisikan sebagai evaluasi operator terhadap selang kewaspadaan (kapasitas saat sedang termotivasi dengan beban kerja yang ada) ketika melakukan suatu pekerjaan mental (metacontroller activity) untuk mencapai tujuan tertentu (Meshkati & Hancock, 1988). Konsep beban mental dapat dilihat pada gambar di bawah ini

(more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: beban kerja, beban mental, ergonomi, stres |
No Comments »

February 3, 2010 | Posted by Ecamuti
Beberapa permasalahan yang timbul di dunia industri saat ini adalah banyaknya pekerja yang mengalami overexertion dan back injury. Overexertion adalah kerja yang berlebihan pada otot, dan dapat diartikan bahwa demand pekerjaan lebih besar dibandingkan kapasitas pekerja. Berdasarkan hasil survey, overexertion merupakan sumber terbesar munculnya biaya penanganan musculoskeletal disorders atau cedera otot rangka, dimana 20% dari cedera otot rangka itu berupa cedera pada tulang belakang. Penyebab utama overexertion adalah gerakan lifting atau pengangkatan beban.
Hasil survey ini menunjukkan bahwa aktivitas penanganan material secara manual, saat ini dan untuk seterusnya, masih terdapat di dunia industri. Jika hal ini dibiarkan maka akan memakan banyak biaya dari biaya penyembuhan hingga hilangnya waktu produksi yang dialami perusahaan. Untuk itu, cukup jelas alasan mengapa pengendalian untuk aktivitas penanganan material secara manual di dunia industri sangat diperlukan.
(more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: angkat beban, beban kerja, cidera, ergonomi, RWL, safety |
8 Comments »

January 23, 2010 | Posted by Ecamuti
Sebelumnya mungkin kita pernah dengar mengenai banyaknya kecelakaan kerja di Indonesia. Kecelakaan kerja memang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Segala faktor dapat berpengaruh terhadap terjadinya suatu kecelakaan kerja. Dalam artikel yang saya buat sebelumnya, ada yang disebut dengan 5E dalam merancang suatu sistem yang baik sehingga dapat meminimasi faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja.
Dalam 5E tersebut, E yang pertama adalah Engineer. Yang dimaksud di sini adalah tahapan perancangan dengan menambahkan unsur faktor keselamatan atau lebih dikenal dengan istilah safety factor. Bagaimana cara membuat suatu desain yang aman? Lantas bagaimana menambahkan faktor keselamatan dalam rancangan yang kita buat? Dalam kesempatan ini akan dibahas mengenai bagaimana menambahkan unsur safety dalam desain.
Tahap pertama yang harus kita ketahui lebih dahulu adalah adanya needs (kebutuhan). Harus ditentukan dulu kebutuhan apa yang memang benar-benar kita perlukan, dan harus jelas untuk apa desain tersebut dibuat. Secara lebih rinci, tahapan-tahapan yang harus dilakukan sesuai urutan adalah sebagai berikut : (more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: design, ergonomi, industri, kantor, kerja, keselamatan, safety, safety factor |
1 Comment »

January 21, 2010 | Posted by Ecamuti

Manajemen K3 merupakan hal penting berkaitan dengan melakukan pemeliharaan sistem kerja agar keselamatan, dan kesehatan kerja tetap terjaga. Di Indonesia, faktor keselamatan kerja sangat kurang. Banyak sekali kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia. Seperti yang baru saja terjadi di PT. NTT (Newmont Nusa Tenggara) yang meninggalkan satu korban tewas saat melakukan pekerjaan menambang, dikutip dari Kompas (19/1/10). Bahkan jika dilihat pada tahun 2009 saja pemerintah mencatat data kecelakaan kerja di Indonesia mencapai angka 54.398 kasus (Solopos, 12/1/10) yang memang relatif sangat tinggi (Muhaimin Iskandar, 2010).
Permasalahan K3 memang gampang-gampang sulit. Gampangnya, semua aturan dan rancangan sudah didesain sedemikian rupa untuk meminimasi kecelakaan kerja, bahkan tidak sedikit ahli para pimpinan menggelontorkan banyak biaya untuk permasalahan ini, namun susahnya, kok tetap saja kecelakaan terjadi lagi dan lagi. Kemudian apa yang salah ?
K3 yang disingkat dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (bukan kesehatan dan keselamatan kerja) perlu perancangan yang sangat-sangat baik. Beberapa hal yang perlu direkayasa dalam upaya menciptakan kondisi seminimum mungkin sebagai penyebab kesalahan dan kecelakaan kerja antara lain adalah
- Hardware
- Software
- Peopleware
- Methods
- Enviroware
- Organiware
(more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: ergonomi, industri, k3, kecelakaan, kerja, kesehatan, keselamatan, manajemen, safety |
No Comments »

January 17, 2010 | Posted by Ecamuti

Apa itu waktu baku? Secara harfiah dapat diartikan sebagai waktu yang dibakukan. Ya tepat sekali, waktu baku adalah waktu yang digunakan sebagai standar berapa lama suatu pekerjaan harus dilakukan. Mengapa harus standar? Karena untuk menghilangkan pemborosan sekaligus meningkatkan produktivitas kerja.
Waktu baku dibentuk tidak secara langsung, artinya tidak diamati langsung melainkan perlu adanya penambahan seperti kelonggaran dan penyesuaian. Mengapa perlu ada penambahan tersebut? Hal itu dilakukan karena tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Misalnya saja satu orang lebih lambat dibanding pekerja yang lainnya atau ada faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang berbeda hasilnya jika lingkungan fisiknya dirubah, seperti suhu yang ekstrim, kelembaban yang rendah dsb.
Bagaimana menghitung waktu baku? Anda dapat melakukannya secara mudah dengan melihat tahapan pada gambar di bawah ini:
Categories: Aplikasi dunia industri, Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: baku, efisien, ergonomi, industri, standar, waktu |
No Comments »

January 17, 2010 | Posted by Ecamuti
Banyak orang merasa capai, pegal, sakit pinggang atau bahkan merasakan cidera berat saat selesai dari pekerjaan mereka. Hal itu bisa saja disebabkan karena postur kerja anda yang salah. Kesalahan postur memang tidak dapat berdampak secara langsung, walaupun banyak kasus yang mengalami cidera akut (saat itu juga) akibat postur kerja yang memang berbahaya. Lantas bagaimana kita tahu, apakah postur kerja kita baik atau tidak?
Secara gamblang (kasat mata) kita dapat menilai postur tubuh baik atau tidak dengan menggunakan perasaan (common sense) atau lebih tepatnya feeling. Namun sekarang ada metode yang sangat tepat yang telah dikembangkan oleh para peneliti ahli biomekanika dalam menilai apakah postur pekerjaan kita sudah baik atau tidak. Metode itu adalah dengan penilaian secara cepat dengan menggunakan RULA (Rappid Upper Limb Assessment).
Dengan menggunakan RULA kita dapat tahu apakah postur kerja kita (secara fisik) baik, buruk, atau bahkan berbahaya. Walau demikian, hasil penilaian hanyalah berupa angka dan anjuran, yang artinya jika kita sudah mengetahui bahwa postur kerja buruk, maka langkah selanjutnya adalah terserah anda, apakah memperbaikinya dengan merubah postur atau mungkin menggunakan bantuan orang lain (menambah SDM) untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. (more…)
Categories: Aplikasi dunia industri |
Tags: cedera, cidera, ergonomi, kecelakaan, postur, risiko, sakit |
2 Comments »

January 17, 2010 | Posted by Ecamuti

Antropometri merupakan pengetahuan yang menyangkut pengukuran dimensi tubuh manusia dan karakteristik khusus lain dari tubuh yang relevan dengan perancangan alat-alat / benda-benda yang digunakan manusia.
Antropometri dibagi atas dua bagian utama, yaitu:
- Antropometri Statis, dimana pengukuran pada manusia dilakukan dalam posisi diam dan linier pada permukaan tubuh.
- Antropometri Dinamis, dimana pengukuran dilakukan dengan memerhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksankan kegiatannya. (more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: antropometri, desain, ergonomi, kursi, meja, rancangan, tubuh, ukuran |
4 Comments »

January 16, 2010 | Posted by Ecamuti
Apakah anda sering merasa pusing, cepat lelah dan bahkan sering mengalami stress akibat pekerjaan anda? Atau mungkin anda merasa pekerjaan yang anda lakukan terasa sulit? Benar, mungkin saja beban pekerjaan anda terlalu berat. Secara umum, beban kerja dibagi menjadi dua, yakni beban fisik dan beban mental. Beban fisik tentunya berhubungan dengan pekerjaan fisik seperti angkat beban dan aktivitas yang melibatkan fisik secara umum. Namun tidak banyak orang mengenal betul apa itu beban mental.
Beban mental secara sederhana adalah beban yang memerlukan aktivitas mental. Apa saja aktivitas mental itu? Aktivitas mental itu bermacam-macam. Secara umum (Shingledecker, 1984) membagi menjadi beberapa aktivitas penting, antara lain :
- Visual display monitoring
- Memory search
- Linguistic processing
- Mathematical processing
- Spatial processing
- Grammatical reasoning
- Unstable tracking
- Interval production
Hal yang terpenting adalah kita dapat memastikan bagaimana beban mental sebagai tuntutan kerja tidak lebih besar dari kapasitas (kemampuan) kita sebagai pekerja (individu). Bagaimana cara mengukur beban mental tersebut? Cara cepatnya adalah dengan menggunakan NASA TLX.
The National Aeronautical and Space Administration Task Load Index (NASA TLX) digunakan untuk mengukur beban mental secara subjektif berdasarkan pada pembobotan dari rata-rata rating melalui 6 jenis skala atau dimensi yaitu mental demand, physical demand, temporal (time) demand, performance, effort dan frustration (Hart & Staveland, 1988).
Setelah anda menghasilkan skor NASA TLX untuk mengukur beban mental pekerjaan anda, dapat anda bandingkan dengan kriteria di bawah ini untuk melihat apakah beban kerja anda tergolong berat atau ringan.
- Skor di atas 80, menyatakan bahwa beban mental pekerjaan agak berat
- Skor 50-70, menyatakan beban mental pekerjaan sedang (medium)
- Skor di bawah 50, menyatakan bahwa beban mental pekerjaan agak ringan
Cukup mudah bukan. Tentunya pengukuran lebih mendetail dan akurat dapat dilakukan dengan analisis yang lebih lanjut. Sekarang anda tak perlu penasaran dengan beban mental pekerjaan anda. Ukur dan buktikan sendiri seberapa berat pekerjaan anda. Salam sukses.
File NASA TLX dapat anda download di sini
Categories: Aplikasi dunia industri |
Tags: beban mental, capek, ergonomi, industri, lelah, nasa tlx, pekerjaan, stres, stress |
3 Comments »

January 16, 2010 | Posted by Ecamuti

Dalam kajian sebelumnya saya menjelaskan secara umum mengenai apa itu ergonomi. Ergonomi dibagi menjadi dua, yakni ergonomi mikro dan ergonomi makro. Dalam lingkup ergonomi mikro terdapat suatu keilmuan yang disebut dengan Biomekanika. Apa itu biomekanika ?
Biomekanika didefinisikan sebagai sebuah keilmuan yang menggunakan hukum-hukum fisika dan mekanika teknik dalam mendiskripsikan gaya dan momen serta efek dari gaya/momen tersebut bagi tubuh manusia. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa biomekanika merupakan ilmu yang menghitung gaya-gaya dan momen dalam tubuh (badan) manusia sehingga manusia tidak mengalami hal-hal negatif yang tidak diinginkan seperti cidera, kelelahan dsb.
Perhitungan yang dilakukan dalam biomekanika tidak hanya dalam tubuh manusia saja, melainkan dapat juga terhadap gaya/momen dari alat/benda yang digunakan manusia saat bekerja beserta dampaknya terhadap pekerja tersebut. Aplikasi biomekanika itu sendiri juga sangat luas. Tidak hanya sekedar ilmu hitung-hitungan saja, bahkan ilmu ini diaplikasikan di dunia olah raga untuk mendapatkan posisi terbaik sehingga gaya yang diberikan dapat maksimum/minimum. Bidang-bidang yang menjadi lahan garapan ilmu biomekanika ini antara lain :
- Mekanika
- Fisiologi
- Pengobatan
- Anatomi
- Olah raga
- Desain industri
- Kendaraan dan bidang transportasi
- Ortopedi
- dst
Sebenarnya apa kegunaan dari penggunaan biomekanika di lapangan? Banyak sekali, secara garis besar mungkin dapat saya jabarkan menjadi beberapa poin, yakni :
- Desain sistem kerja yang nyaman dan efisien
- Mencegah MD (Musculoskeletal Disorders) – kelainan otot, tulang dan rangka
- Meningkatkan performansi organisasi/perusahaan
- Mengetahui batasan pekerja dan sistem kerjanya
- dll
Konsep dasar biomekanika sebenarnya sederhana saja, yakni menjamin berlakunya formula C > D, yakni kapasitas pekerja haruslah selalu lebih besar dari tuntutan pekerjaan. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi cidera-cidera yang terjadi akibat kerja, terutama di Indonesia, dimana kecelakaan kerja dianggap sebagai hal yang wajar.
Categories: Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: biomekanika, ergonomi, kerja, lelah, posisi |
No Comments »

January 15, 2010 | Posted by Ecamuti
Ergonomi menurut buku Teknik dan Tata Cara Kerja yang ditulis oleh Sutalaksana (guru besar ITB) adalah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenal sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu, dengan efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien.
Berdasarkan dari pengertian di atas maka dapat mulai dibayangkan, mengapa ergonomi itu perlu. Ergonomi tidak hanya sekedar rancangan kursi yang baik atau meja yang ergonomis saja, melainkan jauh lebih luas dari itu, yakni merancang metode, alat dan sistem kerja sesuai dengan manusianya (pekerja) atau dikenal dengan istilah Human Centered Design. Hal yang paling unik dari ergonomi itu sendiri adalah perhatian yang sangat besar yang diberikan untuk manusia. Tepat sekali, manusia memang mahluk sempurna yang diciptakan oleh Tuhan, yang dikaruniai oleh akal dan dengan menggunakan akal itu maka semakin pandai pula kita dalam melihat kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh manusia. Contohnya, apakah anda dapat dapat terus berdiri selama satu hari penuh?, tentu tidak bukan. Apakah anda dapat terus tahan dalam suhu ruangan yang dingin tanpa penghangat yang menutupi tubuh anda? Saya ragu, jika ada yang menjawab “ya”. Apakah bekerja dalam posisi duduk secara terus menerus berisiko? Mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini dengan mengkaji lebih dalam mengenai ergonomi.
(more…)
Categories: Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: ergonomi, industri, kerja |
1 Comment »
Komentar Terbaru