Pengambilan Keputusan dengan Linear Programming

Ingin memaksimalkan usaha anda? Atau anda merasa proses produksi anda kurang efisien? Mungkin permasalahan anda tersebut dapat diselesaikan dengan Linear Programming. Pemrograman linear dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan penggunaan resources (sumber daya) sehingga proses yang dilakukan menjadi efisien dan tepat. Dapat pula digunakan untuk menentukan biaya terendah yang harus dikeluarkan dalam mengambil suatu keputusan.
Mungkin contoh sederhana ini dapat membantu untuk mengenal lebih dekat tentang penggunaan linear programming. Misal ada seorang pemilik toko baju dan sarung bingung karena bahan-bahan yang ia pesan dan produksi yang ia lakukan selalu terjadi pemborosan. Bahan-bahan yang ia perlukan untuk membuat baju adalah 2 m2, dengan kebutuhan orang 4 jam kerja. Kemudian untuk membuat sarung bahan yang ia perlukan adalah 5 m2 dengan kebutuhan orang 2 jam kerja. Kedua proses tersebut (baju dan sarung) menggunakan bahan yang sama. Profit yang ia inginkan dari penjualan tersebut adalah Rp 10.000,- untuk setiap penjualan baju dan Rp 15.000,- untuk setiap penjualan sarung. Masalahnya ia hanya memesan barang tiap minggunya sekitar 50 m2 dan jam kerja hanya 36 jam kerja untuk menjahit (sewing). Kemudian ia harus memutuskan berapa baju dan sarung yang harus ia produksi ?

Masalah di atas merupakan masalah yang dapat dipecahkan dengan linear programming. Agar lebih mudah menjabarkan elemen-elemen linear programming maka perlu diketahui mana yang termasuk tujuan, pembatas dan variabel yang dicari.
(more…)

Waktu baku (Standard Time)

Apa itu waktu baku? Secara harfiah dapat diartikan sebagai waktu yang dibakukan. Ya tepat sekali, waktu baku adalah waktu yang digunakan sebagai standar berapa lama suatu pekerjaan harus dilakukan. Mengapa harus standar? Karena untuk menghilangkan pemborosan sekaligus meningkatkan produktivitas kerja.

Waktu baku dibentuk tidak secara langsung, artinya tidak diamati langsung melainkan perlu adanya penambahan seperti kelonggaran dan penyesuaian. Mengapa perlu ada penambahan tersebut? Hal itu dilakukan karena tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Misalnya saja satu orang lebih lambat dibanding pekerja yang lainnya atau ada faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang berbeda hasilnya jika lingkungan fisiknya dirubah, seperti suhu yang ekstrim, kelembaban yang rendah dsb.

Bagaimana menghitung waktu baku? Anda dapat melakukannya secara mudah dengan melihat tahapan pada gambar di bawah ini:

(more…)