Bisnis desain dan percetakan modal NOL

Memulai bisnis desain dan percetakan tidak sesulit yang diduga oleh banyak orang. Bisnis ini lebih bersifat jasa daripada produksi, kecuali Anda memulainya dengan membeli mesin cetak sendiri.

Modal awal yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha desain dan percetakan adalah relasi, ketekunan dan keseriusan, management waktu, dan pelayanan pelanggan. Anda dapat memulai bisnis ini dengan modal uang Nol, cukup memanfaatkan asset yang Anda miliki, seperti sepeda motor, komputer dan handphone.

(more…)

Mengembangkan 1000 peluang usaha dalam 1 hari

Tidak percaya? kaget? atau bahkan heran. Tepat sekali, judul di atas saya tulis demikian karena tidak ada hal yang mustahil. Banyak orang ingin sekali memulai usaha tapi selalu saja muncul pertanyaan,”Usaha apa ya?”. Sebenarnya modal dasar dalam mengembangkan ide usaha hanyalah bermodalkan kreativitas. Di sini saya akan memberi salah satu trik atau cara bagaimana untuk mengembangkan 1000 ide usaha yang ingin anda lakukan dalam satu hari.

Pernahkah anda mendengar tentang Maslow? Benar sekali, Maslow merupakan orang yang mengembangkan model mengenai kebutuhan-kebutuhan manusia yang diurutkan berdasarkan tingkatan dari yang paling dasar hingga paling atas. Tapi di sini tidak akan membahas mengenai Maslow, melainkan menggunakan model Maslow tersebut untuk mengembangkan 1000 ide usaha tersebut. Mungkin agar dapat dipahami dengan mudah, akan saya tampilkan model kebutuhan Maslow di bawah ini.

(more…)

6 Langkah Mendapatkan Keuntungan dari Customer Complaints

Komplain bukanlah merupakan suatu masalah, kita harus menanggapi komplain sebagai suatu opportunity (kesempatan). Komplain bukanlah sesuatu hal yang harus ditakuti melainkan harus diperhatikan dan dikendalikan dengan baik. Menanggapai komplain sebagai suatu masalah hanya akan menimbulkan rasa ketakutan dan lingkungan yang tidak baik yang tentunya akan megganggu proses inovasi yang ada. Menanggapi komplain sebagai sebuah kesempatan adalah hal yang patut dilakukan. Sebuah perusahaan yang menanggapainya sebagai suatu kesempatan berarti mencoba untuk mendapatkan reaksi maksimum (feedback) atau umpan balik dari customer. Feedback ini akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan reputasi perusahaan, performansi, kredibilitas dan kepuasan konsumen.

Pola pikir di atas tidak hanya pada kalangan tertentu saja, namun perlu semua orang yang terlibat di dalamnya, misalkan pada perusahaan maka seluruh karyawan haruslah memahami konsep ini. Beberapa cara untuk mencapainya antara lain adalah  : (more…)

The 7s Mckinsey Model

Model 7s Mckinsey merupakan sebuah model yang mendiskripsikan ketujuh faktor untuk mengorganisasikan perusahaan ke arah yang efektif. Ketujuh faktor ini berjalan secara bersamaan dan ketujuh faktor ini menentukan ke mana sebuah perusahaan akan beroperasi. Seorang manajer harus memperhatikan ketujuh faktor ini dan mengmplementasikan keseluruhan faktor . Jika salah satu faktor tidak diperhatikan maka akan mempengaruhi keseluruhan faktor.

Pada awalnya ketujuh faktor ini merupakan sebuah pencarian mengapa industri-industri di Jepang dapat berkembang dengan baik. Ketujuh pondasi ini pertama kali disebutkan oleh Richard Pascale dan Anthony Athos pada tahun 1981 pada seminar “The At of Japanese Management”. Pada saat yang bersamaan pula Tom Peters dan Robert Waterman juga menyelidiki mengenai faktor yang membuat sebuah perusahaan menjadi sukses. Saat ketujuh orang ini bertemu pada 1978 maka dirumuskanlah ketujuh faktor penting dan diimplementaskan pada Global Management Consultancy Company Mckinsey. (more…)