God exists – Tuhan itu ada

Tertarik saya dengan isi dari sebuah milis yang dipostkan oleh dosen saya mengenai keberadaan Tuhan. Beginilah isinya.

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “ApakahTuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.

“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.” (more…)

Keajaiban dunia


Dulu ada satu teman pernah ditanya pada saat pelajaran geologi. Teman saya itu ditanya Pak guru mengenai 7 keajaiban dunia. Kemudian pertanyaan itu pun diberikan kepada teman saya yang lain, dan akhirnya semuanya mendapatkan giliran. Tentunya jawaban dari masing-masing pertanyaan tersebut berbeda-beda. Jika dapat dijabarkan mungkin beginilah kebanyakan hasil jawabannya:

  1. Candi Borobudur
  2. Taj Mahal
  3. Piramid
  4. Great Wall
  5. Grand Canyon
  6. Ka’bah
  7. Terusan panama
Ketika semua jawaban dikumpulkan oleh pak guru, ada satu siswa yang kebingungan karena masih belum menulis satu keajaiban pun. Kemudian pak guru tersebut menanyakan apakah ada yang sulit dengan pertanyaan bapak?

Ayah, ajari aku sholat malam !


Syaikh Ibn Zhafar Al-Makki (dalam bukunya Anba’ Nujaba’ Al-Abna) berkata, “Abu Yazid Thaifur ibn Isa al-Basthami ra. membaca ayat, “Hai orang-orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malah hari kecuali sedikit (daripadanya).” (QS Al-Muzzammil, 1-3). Ia bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayahku, kepada siapa Allah memerintahkan firman ini?”. Sang ayah menjelaskan, “Anakku, perintah ini ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW.”. Si anak bertanya lagi, “Wahai ayahku, mengapa engkau tidak melakukan apa yang dilakukan Rasulullah SAW?. Sang ayah menjawab, “Wahai anakku qiyamul lail dikhususkan dan diwajibkan kepada Rasulullah dan tidak diwajibkan pada umatnya.” Maka si anak terdiam.

Saat ia membaca firman Allah, “Sesungguhnya, Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu.” (al-Muzzammil, 20). Ia bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayahku, sungguh aku pernah mendengar bahwa segolongan orang dahulu mengerjakan sholat malam. Siapakah golongan yang dimaksud? Sang ayah menjawab, “Anakku, mereka adalah para sahabat.” Si anak tak henti bertanya, “Wahai ayahku, kebaikan apa yang kita peroleh dengan meninggalkan sesuatu yang dikerjakan Nabi dan sahabatnya?”. Sang ayah berkata, “Engkau benar wahai anakku.” (more…)