Posts belonging to Category 'Aplikasi dunia industri'

June 12, 2010 | Posted by Ecamuti
Kita tahu jepang menjadi salah negara sukses di asia dan dunia. Pada artikel kali ini bintang akan membahas motivasi kerja apa saja sih yang membuat kebanyakan orang disana sukses.Mungkin banyak faktor yang membuat semua itu terjadi.
Tapi bintang sendiri yakin motivasi dibawah inilah, yang membuat kebanyakan masyarakat jepang hidup makmur seperti sekarang ini :
1. Kerja Keras
Tentu ini motivasi yang patus kita contoh! Sama seperti kebanyakan orang-orang di Asia Timur. Mereka menjadi pekerja keras dalam hidupnya.
Kata mutiara motivasi : Di dunia ini tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah kita kurang bekerja keras.
(more…)
Categories: About Life, Aplikasi dunia industri |
Tags: kebiasaan jepang, motivasi kerja, sukses |
3 Comments »

June 12, 2010 | Posted by Ecamuti
Pemimpin muda mungkin tidak mengetahuinya, dan orang yang sudah kawakan tidak lagi memikirkannya, tapi situasi tidak mengaburkan kebenaran: pemimpin mempengaruhi sepanjang waktu.
Pada satu tahapan ini memang masuk akal. Namun, sebagai pemimpin kita berupaya untuk membawa orang lain menuju arah yang diinginkannya, dan karena kita tidak bisa memaksa seseorang untuk melakukan apapun (setidaknya tidak berhasil untuk waktu yang diperpanjang), kita harus mengandalkan kemampuan kita untuk mempengaruhi orang lain dan menggerakkan mereka menuju sasaran.
Pengaruh seperti ini yang terencana atau ditujukan adalah penting, tapi seringkali dilupakan, tapi ini tidak hanya mempengaruhi masalah tersebut, maupun masalah yang paling aman.
Pengaruh yang “sehari-hari” mungkin kita lupakan atau abaikan karena kita tidak menyadari bentuk pengaruh terselubung dan bagaimana menembusnya.
Kenyataannya adalah sebagai seorang pemimpin apapun yang kita lakukan selalu diperhatikan, dan memiliki makna yang ditetapkan.
Mari kita lihat lima cara pemimpin yang membagi pengaruh, dengan sengaja atau tidak.
(more…)
Categories: Aplikasi dunia industri |
Tags: kepemimpinan, leadership, pengaruh diri |
No Comments »

April 14, 2010 | Posted by Ecamuti
Seperti yang kita ketahui perubahan adalah hal yang konstan. Ini adalah kecepatan yang membuat perubahan yang efektif menjadi penting dan merencanakan apa yang akan terjadi kemudian adalah imperatif. Lihatlah pada dampak alat jaringan sosial seperti Twitter dan Facebook; siapapun dimanapun bisa mengutarakan opini mereka terhadap siapapun, apapun, kapanpun yang bisa bisa memberikan perubahan dengan cepat. Fenomenal!
Jadi bagaimana mengelola dan mengarahkan perubahan yang efektif dalam bisnis? Pertama pertimbangkan hal berikut ini :
- Seperti apa bentuk pengelolaan perubahan yang efektif yang diambol dalam organisasi Anda? dan
- Pengalaman apa yang diterima dan dihasilkan ?
Pertimbangkan pertanyaan ini secara obyektif yang memberikan peluang yang unik untuk meningkatkan percepatan perubahan ketika menggunakannya dengan tepat untuk organisasi dan orang-orangnya. Tidak ada solusi yang ‘satu ukuran untuk semua’. Perubahan yang baik membutuhkan teknik yang teruji. Teknik ini bukan roket penelitian tapi terkadang kita butuh mengingat hal dasar. 10 tips berikut ini membawa kita ke dasar untuk memperbaiki perspektif, mengurangi kerusakan dan akselerasi langkah untuk pencapaian.
(more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Bisnis |
Tags: industri, management of change, manajemen, perubahan |
3 Comments »

February 24, 2010 | Posted by Ecamuti
APA ITU LEAN ?
Belakangan ini lean thingking mulai banyak diterapkan di perusahaan manufaktur seperti Toyota, begitu pula dengan industri manufaktur lainnya seperti Boeing untuk meningkatkan value added dengan menerapkan prinsip lean. Dengan demikian prinsip lean thinking ini sudah tidak diragukan lagi keberadaannya.
Perusahaan yang lean (ramping atau tidak boros) adalah perusahaan yang menciptakan aliran kontinu baik itu dalam proses manufaktur maupun proses pelayanan. Inti dari organisasi yang lean adalah mempersingkat waktu yang dibutuhkan mulai dari material datang hingga menjadi finished goods (barang dan jasa). Kualitas output yang dihasilkan pun memberikan hasil terbaik dengan harga pokok produksi (hpp) terendah dan waktu pengiriman ke konsumen yang secepat mungkin. Hal ini dilahirkan dari budaya organisasi yang selalu ingin melakukan peningkatan berkelanjutan (continuos improvement).
(more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Teknik Industri |
Tags: lean manufacturing, manufacture, manufaktur, total quality management, toyota way |
No Comments »

February 12, 2010 | Posted by Ecamuti
Beban kerja (workload) didefinisikan sebagai usaha yang dilakukan oleh suatu individu dalam kapasitasnya sesuai dengan beban (demand) yang dibebankan kepada individu tersebut untuk mencapai tingkat performansi tertentu (Hart dan Staveland, 1988 dalam DiDomenico dan Nussbaum, 2007).
Beban kerja mental (mental workload) didefinisikan sebagai evaluasi operator terhadap selang kewaspadaan (kapasitas saat sedang termotivasi dengan beban kerja yang ada) ketika melakukan suatu pekerjaan mental (metacontroller activity) untuk mencapai tujuan tertentu (Meshkati & Hancock, 1988). Konsep beban mental dapat dilihat pada gambar di bawah ini

(more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: beban kerja, beban mental, ergonomi, stres |
No Comments »

February 3, 2010 | Posted by Ecamuti
Beberapa permasalahan yang timbul di dunia industri saat ini adalah banyaknya pekerja yang mengalami overexertion dan back injury. Overexertion adalah kerja yang berlebihan pada otot, dan dapat diartikan bahwa demand pekerjaan lebih besar dibandingkan kapasitas pekerja. Berdasarkan hasil survey, overexertion merupakan sumber terbesar munculnya biaya penanganan musculoskeletal disorders atau cedera otot rangka, dimana 20% dari cedera otot rangka itu berupa cedera pada tulang belakang. Penyebab utama overexertion adalah gerakan lifting atau pengangkatan beban.
Hasil survey ini menunjukkan bahwa aktivitas penanganan material secara manual, saat ini dan untuk seterusnya, masih terdapat di dunia industri. Jika hal ini dibiarkan maka akan memakan banyak biaya dari biaya penyembuhan hingga hilangnya waktu produksi yang dialami perusahaan. Untuk itu, cukup jelas alasan mengapa pengendalian untuk aktivitas penanganan material secara manual di dunia industri sangat diperlukan.
(more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: angkat beban, beban kerja, cidera, ergonomi, RWL, safety |
8 Comments »

January 29, 2010 | Posted by Ecamuti
Komplain bukanlah merupakan suatu masalah, kita harus menanggapi komplain sebagai suatu opportunity (kesempatan). Komplain bukanlah sesuatu hal yang harus ditakuti melainkan harus diperhatikan dan dikendalikan dengan baik. Menanggapai komplain sebagai suatu masalah hanya akan menimbulkan rasa ketakutan dan lingkungan yang tidak baik yang tentunya akan megganggu proses inovasi yang ada. Menanggapi komplain sebagai sebuah kesempatan adalah hal yang patut dilakukan. Sebuah perusahaan yang menanggapainya sebagai suatu kesempatan berarti mencoba untuk mendapatkan reaksi maksimum (feedback) atau umpan balik dari customer. Feedback ini akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan reputasi perusahaan, performansi, kredibilitas dan kepuasan konsumen.
Pola pikir di atas tidak hanya pada kalangan tertentu saja, namun perlu semua orang yang terlibat di dalamnya, misalkan pada perusahaan maka seluruh karyawan haruslah memahami konsep ini. Beberapa cara untuk mencapainya antara lain adalah : (more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Teknik Industri |
Tags: Bisnis, kantor, keluhan, komplain, protes |
3 Comments »

January 25, 2010 | Posted by Ecamuti
Human error can generally be defined as a set of human activities or actions that exceed the limits of human acceptance that cause errors. Classification of human error are as follows :
1. System Induced Error
System induced error is a condition in which the mechanism of a system that allows people to make a mistake or accident. An example is the management of discipline is not as good and tight that allows workers to make mistakes.
2. Design Induced Error
In accordance with the epithet, then what is meant by design induced error is the error that caused by bad design. This kind of design can lead to errors in human work as a system user.
In accordance with the Murphy’s Law which states that if a lack of equipment designed in accordance with the user, it will be possible that the equipment will operate in the wrong way, and sooner or later it will cause errors or even accidents. (more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: accident, ergonomics, error, human, safety |
No Comments »

January 24, 2010 | Posted by Ecamuti
Product Positioning adalah upaya menciptakan citra atau image produk di mata konsumen. Dapat pula dikatakan bahwa product positioning adalah memosisikan produk kepada konsumen yang tepat agar konsumen mau membeli produk tersebut. Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh Al Ries dan Jack Trout di dalam buku mereka yang terkenal yakni ” Positioning – a battle for your mind”. Mereka menyatakan bahwa nilai (value) setiap brand (produk) didasarkan pada persepsi masyarakat mengenai produk tersebut.
Persepsi masyarakat menentukan siapa saja yang akan membeli suatu brand tertentu. Seperi misalnya Marcedes yang dikenal sebagai mobil mewah dan tentunya berbeda halnya dengan brand Suzuki yang mungkin memiliki level yang berbeda di mata costumer. Perlakuan terhadap brand dari masing-masing class juga berbeda. Sebuah brand yang telah masuk dalam class tertentu seperti kelas mewah misalnya, jika harga produk tersebut diturunkan justru akan menurunkan sales. (more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Teknik Industri |
Tags: desain, industri, inovasi, posisi produk, produk, rancangan |
No Comments »

January 23, 2010 | Posted by Ecamuti
Sebelumnya mungkin kita pernah dengar mengenai banyaknya kecelakaan kerja di Indonesia. Kecelakaan kerja memang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Segala faktor dapat berpengaruh terhadap terjadinya suatu kecelakaan kerja. Dalam artikel yang saya buat sebelumnya, ada yang disebut dengan 5E dalam merancang suatu sistem yang baik sehingga dapat meminimasi faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja.
Dalam 5E tersebut, E yang pertama adalah Engineer. Yang dimaksud di sini adalah tahapan perancangan dengan menambahkan unsur faktor keselamatan atau lebih dikenal dengan istilah safety factor. Bagaimana cara membuat suatu desain yang aman? Lantas bagaimana menambahkan faktor keselamatan dalam rancangan yang kita buat? Dalam kesempatan ini akan dibahas mengenai bagaimana menambahkan unsur safety dalam desain.
Tahap pertama yang harus kita ketahui lebih dahulu adalah adanya needs (kebutuhan). Harus ditentukan dulu kebutuhan apa yang memang benar-benar kita perlukan, dan harus jelas untuk apa desain tersebut dibuat. Secara lebih rinci, tahapan-tahapan yang harus dilakukan sesuai urutan adalah sebagai berikut : (more…)
Categories: Aplikasi dunia industri, Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi |
Tags: design, ergonomi, industri, kantor, kerja, keselamatan, safety, safety factor |
1 Comment »
Komentar Terbaru